Serunya Berkarir menjadi Jurnalis di Era Konvergensi Jurnalistik

Serunya Berkarir menjadi Jurnalis di Era Konvergensi Jurnalistik

Konvergensi Jurnalistik adalah cara berpikir yang baru dalam menghasilkan sebuah berita dan menyampaikannya ke khalayak menggunakan sebaik-baiknya semua potensi media yang ada dengan tujuan pesan dapat tersampaikan kepada publik yang lebih beragam dan meningkatkan kecerdasan masyarakat.

Konvergensi jurnalistik memfokuskan pada cara terbaik bagi publik untuk mendapatkan berita atau informasi. Saat ini, informasi tidak lagi hanya bisa didapatkan lewat satu bentuk media saja namun dalam semua bentuk media. Para jurnalis saat ini diharapkan dapat menghasilkan karya jurnalistik yang dapat dikonsumsi publik melalui semua format media (cetak, elektronik, online) pada saat yang bersamaan.

Untuk mencapai kesuksesan dalam konvergensi, para jurnalis harus mengerti terlebih dahulu kekuatan dari setiap medium berita, dan bekerja untuk mengembangkan dan menyediakan karya-karya jurnalistik yang cocok untuk setiap medium berita tersebut.

Dalam kesempatan ini The Jakarta Consulting Group (JCG) membahas Career Insight: Serunya Berkarir menjadi Jurnalis di Era Konvergensi.

Tips Menjadi Jurnalis di Era Konvergensi Jurnalistik

Menurut Azhfar, menjadi seorang Jurnalis dari Antara bertugas menjaga kepercayaan publik dalam menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Berdampingan dengan globalisasi berbasis teknologi digital memudahkan jurnalis untuk tetap adaptif dan terus meningkatkan kompetensi yang menjadi kunci agar pers bisa terus bertahan di tengah pesatnya laju digitalisasi.

Sebagai Jurnalis menurut Azhfar, Dalam menghadapi tantangan menjadi jurnalis di era konvergensi, pentingnya memegang prinsip etika jurnalistik dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Begitu juga mengenai privilege jurnalis, banyaknya privilage yang didapat, harus tetap mematuhi prinsip-prinsip jurnalisme berkualitas seperti objektivitas, kebenaran, dan keadilan untuk menjaga kepercayaan publik.

Kesuksesan dalam jurnalisme memerlukan dedikasi dan komitmen yang tinggi. Terus berlatih dan belajar dari setiap pengalaman. Segala sesuatu tidak ada yang instan harus terus kita asah ketika ada peluang. Kalau sekarang mau jadi jurnalis harus banyak baca, tulis, dan rajin berlatih.  Dengan banyak membaca seorang jurnalis menurutnya dapat meningkatkan literasi.

Jika modal itu sudah dimiliki, maka sesorang sudah akan lebih siap menjadi jurnalis di platform media apapun.  Mengingat saat ini adalah eranya konvergensi media, yang memungkinkan seorang jurnalis untuk berkarya di multiplatform baik itu online, cetak, maupun televisi sekaligus.

Peran jurnalis dalam era konvergensi memiliki perubahan signifikan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Konvergensi mengacu pada penyatuan berbagai jenis media, seperti cetak, online, radio, dan televisi, ke dalam satu platform digital. Di era konvergensi, jurnalis dihadapkan pada beberapa tantangan dan peluang:

  1. Multiplatform Journalism: Jurnalis harus menjadi multitalenta, mampu bekerja di berbagai platform media, termasuk online, televisi, radio, dan media cetak. Mereka harus menghasilkan konten yang sesuai dengan karakteristik masing-masing platform.
  2. Citizen Journalism: Konvergensi memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam produksi berita. Jurnalis harus mengelola dan memverifikasi konten yang dibagikan oleh warga, dan memastikan akurasi dan integritasnya.
  3. Kecepatan dan Real-Time Reporting: Era konvergensi menuntut jurnalis untuk memberikan berita dalam waktu nyata. Mereka harus mampu mengikuti perkembangan berita secara cepat dan meresponsnya dengan cepat.
  4. Keterampilan Multimedia: Jurnalis harus memiliki keterampilan multimedia, termasuk fotografi, video, desain grafis, dan pengeditan, untuk membuat konten yang lebih menarik dan informatif.
  5. Keterampilan Sosial Media: Penggunaan media sosial adalah bagian integral dari konvergensi. Jurnalis harus mampu menggunakan platform seperti Twitter, Facebook, dan Instagram untuk menyebarkan berita dan berinteraksi dengan pembaca.
  6. Konten yang Mendalam: Meskipun konvergensi mendorong berita cepat, jurnalis masih diharapkan untuk menghasilkan konten yang mendalam, penelitian yang kuat, dan investigasi yang cermat.
  7. Perubahan Model Bisnis: Perubahan dalam bisnis media mempengaruhi pendapatan jurnalis. Mereka harus mungkin menghasilkan pendapatan dari berbagai sumber, seperti iklan digital, langganan, atau pendanaan dari pembaca.
  8. Etika dan Integritas: Di tengah persaingan yang ketat dan kebutuhan akan berita yang cepat, jurnalis harus tetap menjaga etika dan integritas jurnalistik, termasuk menghindari sensationalisme dan konflik kepentingan.
  9. Pemahaman Teknologi: Jurnalis perlu memiliki pemahaman teknologi yang kuat untuk mengikuti perkembangan teknologi dan alat-alat baru yang mendukung pekerjaan jurnalistik.
  10. Kolaborasi Tim: Konvergensi sering melibatkan kerja sama antara jurnalis dengan berbagai latar belakang dan keahlian. Kemampuan berkolaborasi dengan berbagai anggota tim adalah penting.

Jurnalis dalam era konvergensi memiliki peran yang lebih dinamis dan tantangan yang lebih kompleks daripada sebelumnya. Mereka harus tetap beradaptasi dengan perubahan teknologi dan media, sambil menjaga prinsip-prinsip jurnalisme yang kuat.

Menurutnya, konvergensi media adalah sebuah tantangan, tinggal bagaimana seiring jalan dan pengalaman kemampuan jurnalis dapat diasah.  “Bahkan kalau sudah terus terlatih apapun produk jurnalistiknya tentu kita lebih siap. Menulis bisa untuk media online, cetak, karena alur berpikir sudah terbangun untuk bicara di depan kamera pun untuk TV misalnya akan lebih mudah,” pungkasnya.

Semoga Berkarir menjadi Jurnalis di Era Konvergensi Jurnalistik dari kisah inspiratif dari Azhfar, menjadikan pemicu semangat buat jurnalis-jurnalis muda di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Article