Prediksi Manajemen di Masa Depan

Prediksi Manajemen di Masa Depan

“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan mempelajari masa lalu atau meramalkan.” Pendapat pengusaha sekaligus penulis buku asal Amerika Robert Kiyosaki ini tidaklah berlebihan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, ada banyak hal yang terjadi di dunia bisnis ini. Nyatanya, pandemi COVID-19 yang lalu berdampak besar terhadap keberlangsungan suatu bisnis. Kita bisa melihat ada usaha yang semakin berkembang, tetapi ada juga yang malah tutup. Untuk memahami pentingnya tren kerja di masa depan, kita hanya perlu menengok kembali kondisi bisnis kala pandemi COVID-19 untuk menghadapi tantangan di masa berikutnya.

Tidak ada yang bisa memprediksi peristiwa yang berdampak global seperti ini sebelumnya, tetapi konsekuensinya kini menyebabkan perubahan permanen yang memengaruhi tren yang sekarang terlihat di setiap tempat kerja. Melihat jumlah organisasi yang tutup karena pandemi menunjukkan bagaimana kemauan, keterampilan dan budaya dalam menghadapi tren dapat mengarah pada kesuksesan atau justru kegagalan.

Oleh karena itu, pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi di bidang bisnis dan sistem komunikasi, melahirkan beragam perspektif baru dalam manajemen yang bisa diterapkan oleh pebisnis maupun manajer dalam menghadapi tantangan saat ini. Economic Times mengutip John F. Kennedy, “Perubahan merupakan suatu hukum kehidupan, sementara mereka yang hanya melihat ke masa lalu dan masa kini, pasti akan kehilangan masa depan” ketika berbicara tentang pengelolaan proyek yang terus berkembang. Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan manajemen proyek dari waktu ke waktu telah mengubah bisnis dari sekadar catatan hingga menjadi suatu solusi perusahaan.

Perkembangan bidang manajemen dan tren serta teknologi baru membentuk cara kita bekerja sekaligus memimpin. Selalu mengikuti tren dan prediksi baru di bidang manajemen adalah hal penting untuk melangkah ke masa depan. Tren-tren ini mencakup berbagai aspek manajemen, mulai dari transformasi digital hingga dinamika tempat kerja yang terus berubah. Tren dunia kerja di masa depan adalah penggunakan kemajuan teknologi dan praktik yang akan berdampak pada lingkungan kerja, proses bisnis, dan ketenagakerjaan. Mempertimbangkan tren yang muncul ini sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan di antara para pesaing dan berinvestasi dalam teknologi yang tepat untuk mengamankan masa depan Anda. Melansir Oxford University Press, berikut adalah beberapa tren dan prediksi yang akan membentuk manajemen di masa depan.

Baca :   Tantangan Internal Menerjang Menuju Masa Depan Berkelanjutan: Mewujudkan Impian ESG di Era Modern

Transformasi Digital

Transformasi digital pada bisnis akan menjadi salah satu tren manajemen di masa mendatang. Banyak perusahaan mengadopsi teknologi baru seperti otomatisasi, komputasi awan, dan kecerdasan buatan (AI) agar efisiensi dan modernisasi ditingkatkan. Peranan teknologi tersebut bermanfaat agar alur kerja menjadi lebih ramping dan produktivitas meningkat.

Kata AI juga sedang bergaung di mana pun dan dampaknya terhadap manajemen sangat besar. Aspek AI bisa mencakup inovasi dan strategi yang ditingkatkan dengan pemanfaatan AI untuk mengurangi emisi karbon. Para pebisnis mempertimbangkan cara mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka untuk mendukung kinerja karyawan dan mendorong pertumbuhan usaha.

Perubahan Generasi

Telah terjadi pergeseran dalam dinamika tempat kerja oleh karena adanya pergantian generasi. Generasi yang berbeda hidup berdampingan, lalu berkolaborasi di tempat kerja memunculkan suatu dinamika yang berkembang di tempat kerja. Hal ini mengedepankan pentingnya inklusivitas dan produktivitas dengan cara saling memahami dan beradaptasi.

Baca :   Memimpin dengan Akal dan Hati

Namun, ternyata pasca pandemi, generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang paling terkena imbasnya. Terdapat kesenjangan keterampilan Gen Z dengan generasi lainnya dari keseluruhan angkatan kerja. Sebuah survei akhir-akhir ini mengungkapkan bahwa sekitar 46 persen karyawan Gen Z merasa lebih sulit mengejar karier atau tujuan pendidikan karena isolasi sosial yang disebabkan oleh pandemi. Mereka mungkin memiliki keterbatasan akan kesempatan dalam mengembangkan soft skills penting seperti bernegosiasi, berbicara di depan umum, membangun jaringan, dan kemampuan untuk bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh dan daya tahan sosial karena kurangnya pengalaman kerja secara langsung.

Selain itu, melansir Fortune, generasi Z terbiasa mendapatkan jawaban instan dan tegas dari mesin pencarian Google daripada melakukan langkah-langkah metode ilmiah untuk mendapatkan solusi dari suatu permasalahan seperti yang dilakukan oleh generasi sebelumnya, yaitu dengan merumuskan masalah, hipotesis, melakukan eksperimen dan mengolah serta menganalisis data. Hal ini menimbulkan ambiguitas. Di sini, peran pemimpin dan manajer untuk menjembatani keterampilan antar generasi sangat penting.

Manajemen Hijau

Salah satu tren baru dalam manajemen adalah manajemen hijau yang berfokus pada pelestarian lingkungan untuk pengembangan kegiatan bisnis yang berkelanjutan. Fokusnya ada pada teknologi hijau yang dipromosikan yang menawarkan cara yang paling layak untuk melakukan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan lingkungan.

Keberlanjutan telah menjadi topik hangat selama beberapa tahun terakhir, tetapi bisnis sekarang berfokus pada tindakan nyata. Peran keberlanjutan baru diciptakan secara khusus untuk mengelola manajemen hijau dengan memberikan laporan seputar status bisnis dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk ditindaklanjuti. Dalam lingkungan bisnis saat ini, para manajer harus mengambil langkah untuk melindungi dan melestarikan lingkungan alam. Kebanyakan organisasi besar menggunakan sumber energi terbarukan demi menghemat sumber daya alam dengan mengadopsi teknologi baru untuk mengurangi konsumsi energi, upaya pelestarian hutan dan air untuk penggunaan di masa depan.

Baca :   Trauma Organisasi : Luka Kolektif yang Destruktif

Manajemen proyek berbasis data

Saat ini, data tersebar di mana pun. Memanfaatkan kekuatan data adalah kunci efektivitas manajemen proyek. Analisis data memainkan peran sentral dalam mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area untuk perbaikan, mengoptimalkan pengerjaan, dan membuat keputusan yang tepat. Dengan memanfaatkan wawasan berbasis data, organisasi dapat meningkatkan strategi dan hasil manajemen proyek mereka.

Manfaat menganalisis data tentang kinerja proyek adalah bisnis dapat mengidentifikasi wilayah di mana proses dapat disederhanakan dan dioptimalkan. Selain itu, alokasi sumber daya lebih baik, yaitu dengan menentukan sumber daya mana yang kurang atau terlalu banyak digunakan demi optimalisasi alokasi sumber daya. Kemudian prediksi dan perencanaan lebih akurat untuk menghindari penundaan dan pembengkakan biaya. Manajemen dan mitigasi risiko juga akan lebih baik dengan mengambil langkah-langkah yang proaktif dan meminimalkan dampaknya terhadap proyek. Terakhir, menganalisis data dapat menjadi sumber informasi bagi setiap pemangku kepentingan.

#management #managementtrends #managementpredictions #business #future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait