Bagaimana Headhunter Mencari Kandidat Terbaik Yang Cocok Dengan Budaya Perusahaan

Bagaimana Headhunter Mencari Kandidat Terbaik Yang Cocok Dengan Budaya Perusahaan?

Bagaimana Headhunter Mencari Kandidat Terbaik Yang Cocok Dengan Budaya Perusahaan? Bukan tanpa alasan, salah satu cara perusahaan mampu bertahan di tengah persaingan adalah dengan merekrut kandidat yang berkualitas. Tidak hanya itu, kecocokkan antara karyawan dan budaya perusahaan membawa banyak keuntungan bagi organisasi.

Menemukan cara terbaik untuk merekrut karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dalam proses rekrutmen, tidak hanya soal keterampilan atau pengalaman saja yang menjadi fokus utama. Kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan juga menjadi hal yang dipertimbangkan.

Pasalnya, proses rekrutmen karyawan yang dilakukan perusahaan, tidak selamanya berjalan sesuai yang diinginkan. Mengingat posisi yang dibutuhkan adalah posisi eksekutif, perusahaan ingin kandidat terbaik.

Dalam merekrut calon karyawan terbaik, perusahaan umumnya memakai jasa headhunter. Hal tersebut karena layanan headhunter memiliki strategi perekrutan yang lebih komprehensif.

Headhunter adalah salah satu istilah yang sudah pasti sering didengar, terutama bagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan. Namun, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu headhunter dan apa yang mereka lakukan. Padahal, jenis pekerjaan yang dilakukan headhunter sangat esensial bagi sebuah perusahaan, terutama untuk perusahaan besar.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari apa yang dimaksud dengan headhunter secara lebih mendalam. Selain itu, kamu juga dapat mengetahui bagaimana cara kerja headhunter serta mengapa perusahaan membutuhkan headhunter. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Headhunter?

Headhunter adalah perusahaan atau individu yang menyediakan layanan perekrutan tenaga kerja secara independen. Dalam proses perekrutan, headhunter dipekerjakan oleh perusahaan untuk mencari dan menemukan individu berbakat yang memenuhi persyaratan untuk mengisi pekerjaan tertentu. Headhunter juga dapat disebut sebagai executive recruiter dan fungsi yang mereka lakukan sering disebut executive search.

Headhunter mungkin memiliki kumpulan kandidat (talent pool) untuk posisi tertentu atau mungkin bertindak agresif untuk menemukan kandidat dengan melihat karyawan dari perusahaan kompetitor. Perusahaan cenderung merekrut headhunter ketika sedang benar-benar membutuhkan orang untuk mengisi posisi tertentu, khususnya ketika skill yang dibutuhkan perusahaan dari karyawan cukup langka. Selain itu, seorang headhunter juga dipekerjakan untuk mencari kandidat yang memiliki keterampilan khusus, tingkat tinggi, atau yang memiliki bayaran gaji tinggi.

Headhunter yang bekerja atas untuk sebuah firma sering menjelajahi berbagai perusahaan kelas dunia untuk mencari talenta terbaik. Selain itu, beberapa kandidat juga dapat menghubungi headhunter secara langsung untuk memberikan resume atau curriculum vitae (CV) untuk melamar posisi yang dicari oleh headhunter tersebut.

Baca :   Bisnis Keluarga : Jangan Abaikan Gaya Pengasuhan

Pada era sekarang, pekerjaan dari seorang headhunter sudah didukung oleh berbagai macam teknologi digital dan internet, termasuk media sosial dan website layanan lowongan kerja. Dengan memanfaatkan seluruh teknologi tersebut, seorang headhunter dapat dengan lebih mudah menemukan kandidat yang dibutuhkan untuk mengisi suatu posisi yang dibutuhkan.

Kecocokan dengan Budaya Perusahaan

Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab yang besar bagi recruiter untuk menempatkan kandidat yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan. Karena karyawan yang berhasil beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan meningkatkan peluang keberhasilan dan bertahan untuk jangka waktu yang panjang. Serta membantu organisasi untuk membangun tim yang lebih kuat dan menghasilkan divisi yang lebih efektif.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan yang merekrut kandidat yang selaras dengan budaya perusahaan secara rutin mengungguli kompetitor.

Lalu, dengan banyaknya manfaat yang diterima. Bagaimana cara untuk merekrut karyawan yang sesuai budaya perusahaan?

Cara Merekrut Karyawan yang Efektif Yang Cocok Dengan Budaya Perusahaan

1. Informasikan budaya kerja melalui website

Website menjadi tujuan utama kandidat untuk mencari informasi mengenai perusahaan tempat mereka melamar pekerjaan. Perusahaan harus menunjukan dengan jelas detail informasi mengenai nilai-nilai yang dipegang oleh seluruh karyawan. Dengan begitu, para kandidat akan memiliki pemahaman yang jelas mengenai etos kerja perusahaan.

2. Libatkan partisipasi karyawan

Libatkanlah karyawan perusahaan berpartisipasi dalam proses perekrutan, terutama ketika recruiter merekrut kandidat untuk mengisi posisi yang sulit diisi.

Mengapa demikian? karena karyawan ini memiliki pemahaman lebih dalam mengenai posisi tersebut yang mungkin recruiter tidak ketahui. Dan karyawan ini memiliki pengetahuan lebih mengenai budaya kerja yang lebih spesifik dalam suatu divisi. Serta lebih mengantisipasi para calon karyawan karena sudah mendapat gambaran nyata dari karyawan di perusahaan kamu.

3. Tanamkan gambaran besarnya

Sebagai seorang recruiter, tugas utama kita adalah merekrut kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut dan juga sesuai dengan budaya kerja perusahaan. Dengan demikian, recruiter sudah berpartisipasi dalam menempatkan karyawan yang berkualitas demi kemajuan perkembangan suatu perusahaan. Tanyalah kepada kandidat nilai apa yang mereka pegang dan jelaskan budaya kerja perusahaan secara garis besarnya. Dengan begitu, kamu dapat menemukan kecocokkan antara calon karyawan dan budaya kerja perusahaan.

Baca :   Upskilling and Reskilling : Serupa, tak Sama, dan Sama Pentingnya

4. Menulis iklan pekerjaan berdasarkan budaya perusahaan

Dalam memasang iklan pekerjaan tentunya Anda perlu menjelaskan betul mengenai pekerjaan yang Anda tawarkan. Selain deskripsi pekerjaan dan kualifikasi, Anda dapat mencoba memperkenalkan budaya perusahaan Anda melalui iklan pekerjaan tersebut. Anda dapat menjelaskan latar belakang perusahaan, lingkungan bekerja, atau hal lain yang penting diketahui calon karyawan.

5. Memilih pertanyaan yang sesuai saat melakukan wawancara

Saat wawancara, Anda dapat menanyakan beberapa hal yang terkait dengan budaya perusahaan Anda. Anda dapat mengemas pertanyaan tersebut melalui contoh kasus. Misalnya melalui kasus yang belum dapat dipecahkan di perusahaan Anda, melalui jawabannya Anda dapat menyimpulkan cara berpikir, hingga kemampuan bekerja calon karyawan Anda.

6. Memberi pelatihan untuk pewawancara

Tentunya seorang pewawancara harus mengetahui betul mengenai budaya perusahaan yang ada. Untuk itu ada baiknya jika Anda memfasilitasi karyawan Anda yang akan melakukan wawancara. Tujuannya adalah untuk menghindari miscommunication antara pewawancara dengan atasannya. Dalam pelatihan, Anda dapat menjelaskan poin apa saja yang penting untuk diketahui, bagaimana cara menanyakannya kepada kandidat, apa yang harus dilakukan jika kandidat dirasa tidak cocok dengan perusahaan Anda. Walaupun hal tersebut harusnya sudah diketahui para rekruter, akan lebih baik jika Anda dapat memberikan standarisasi dalam melakukan wawancara dengan kandidat agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

7. Memperhatikan detail saat proses wawancara

Tentunya selain jawaban dari kandidat Anda, ada beberapa hal lain yang dapat menunjukan apakah kandidat Anda cocok dengan budaya perusahaan Anda. Salah satu hal tersebut adalah body language atau bahasa tubuh. Bahasa tubuh dapat menunjukan apakah kandidat Anda yakin dengan jawaban yang ia berikan atau sebenarnya ia sendiri belum yakin akan jawabannya. Anda dapat melihatnya melalui cara pandang, postur saat duduk, hingga gestur yang digunakannya.

8. Percayai yang Anda yakini

Tentunya jika Anda sudah yakin betul bahwa kandidat Anda adalah salah satu orang yang cocok dengan budaya perusahaan Anda, Anda harus mempercayai keyakinan Anda mengenai kecocokan kandidat Anda. Jika Anda belum sepenuhnya yakin terhadap kandidat tersebut, Anda dapat melakukan psikotes untuk mengetahui apakah kepribadiannya berdasarkan hasil psikotes cocok dengan budaya perusahaan Anda. Anda juga dapat melakukan background check untuk mengetahui cara kandidat Anda memecahkan suatu masalah di tempat ia bekerja sebelumnya.

9. Kumpulkan feedback

Jika Anda akan pergi melakukan wawancara dengan rekan kerja Anda yang lain, Anda tentu memiliki kesempatan untuk berdiskusi setelah wawancara selesai. Namun, jika Anda pergi wawancara sendiri tentunya tidak ada orang yang memahami kemampuan kandidat yang baru Anda wawancara. Maka dari itu, mengumpulkan feedback menjadi hal yang penting. Anda dapat meminta feedback dari tim Anda, atau menanyakan langsung pendapat atasan Anda.

Baca :   Mengenal Antifrigile Mengubah Krisis Menjadi Peluang

Melalui feedback yang diberikan, Anda dapat memperkuat asumsi yang ada dipikiran Anda mengenai kemampuan dan personality kandidat Anda. Dengan mengumpulkan feedback Anda dapat lebih mudah menentukan apakah kandidat Anda cocok untuk bekerja di perusahaan Anda atau tidak cocok dengan budaya perusahaan Anda.

10. Perhatikan calon karyawan Anda saat proses wawancara sudah selesai

Jika Anda sudah selesai dalam wawancara dan jika kandidat Anda memiliki waktu luang, cobalah untuk mengobrol dengan kandidat Anda. Anda juga dapat memperhatikan cara kandidat Anda berinteraksi dengan Anda saat proses wawancara sudah selesai. Anda dapat menanyakan beberapa pertanyaan umum seperti, “Apa yang membuat Anda tertarik untuk bekerja di perusahaan Anda sebelumnya?” atau, “Apa yang membuat Anda tertarik menekuni bidang Anda sekarang?”.

Walaupun pertanyaan tersebut terlihat seperti pertanyaan wawancara, Anda dapat mengemasnya lebih santai dengan menceritakan juga pengalaman Anda atau Anda juga dapat menceritakan pengalaman Anda sebelum Anda bertanya kepada kandidat Anda.

Mempekerjakan karyawan tentu tidak hanya berdasarkan kemampuannya saja. Kecocokan dengan budaya perusahaan menjadi faktor penting untuk memastikan loyalitas calon karyawan. Selain itu, Anda juga harus menjaga agar karyawan tetap menerapkan budaya perusahaan agar tidak makin pudar.

Melalui program Excecutive Search, The Jakarta Consulting Group dapat membantu Anda dalam menemukan karyawan yang memiliki kemampuan dan range gaji yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan Anda.

Kami menggunakan pendekatan yang proaktif dan sistematis sesuai kebutuhan klien sehingga menjamin proses yang efisien. Dengan menyediakan akses kepada talenta-talenta potensial, keahlian dalam asesmen kandidat, market insight, serta komitmen menjamin kerahasiaan, kami ikut membantu kesuksesan rekrutmen dan seleksi klien.

#headhunter

#tips headhunter#cara merekrut karyawan efektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait